Miris! Mantan Timnas Indonesia U-21 Ini Sekarang Jadi Satpam

0

Dibalik eauforia munculnya pemain-pemain muda berbakat, sebut saja Sutan Zico dan Rendy Juliansyah di timnas U-16, lalu ada Egy Maulana Vikri di skuat Timnas U-19. Namun, ada salah satu mantan pemain timnas U-21 besutan Rudy Keltjes yang mengalami nasip sangat miris.

Dialah Fachri Firmansyah, pemain jebolan Akademi Wahana Cipta Pesepakbola (WCP) ini pernah masuk dalam daftar 30 pemain program penjaringan Indra Sjafri untuk Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF kala itu. Karirnya pun berlanjut di klub Sriwijaya FC U-21 dan Timnas U-21.

Bersama Timnas Indonesia U-21 besutan Rudy Keltjes, pemain kelahiran Surabaya itu mengikuti turnamen Cotif Cup, di Valencia tahun 2014.

Namun na’as, saat melawan Levante (13/8/2014), duelnya saat berebut bola dari lawan, kakinya terinjak dan ia pun tak bisa melanjutkan pertandingan. Usai laga berakhir, ia divonis mengalami cedera ligamen lutut kanan yang memaksanya mengakhiri karirnya di dunia sepak bola.

Fachri kemudian memutuskan untuk pulang kembali ke Palembang karena ia masih berstatus sebagai pemain Sriwijaya U-21. Ia pulang dengan berharap PSSI akan membantu memulihkan cederanya.

Dua bulan kemudian ia baru memperoleh penanganan dan menjalani operasi di RSUP Dr. Mohammad Hoesin, Palembang. Biaya operasinya pun dibantu oleh Badan Timnas Indonesia dan klubnya saat itu.

“Saya ditelantarkan. Tidak diperhatikan. Setiap hari cuma makan dan tidur di mess. Saya tiap hari mendesak agar segera dioperasi. Akhirnya operasi di RS Hoesin. Tapi sampai sekarang ya masih sakit, Mas. Rasanya gimana gitu di dengkul saya. Buat jongkok saja sakit.”

Usai operasi, sayang cederanya tak kunjung sembuh, Ia pun dilepas oleh manajemen Sriwijaya U-21 dan meneruskan pengobatannya sendiri di kampung halamannya Surabaya tanpa adanya lagi bantuan dari pihak PSSI maupun Sriwijaya FC.

Lama kelamaan uang yang dimilikinya habis dan ia tidak dapat meneruskan terapi yang telah dijalaninya sampai selesai. Ia telah kehilangan mimpinya bermain sepak bola dan harus tetap menahan rasa sakit pasca cedera yang dialami tahun 2014 silam. Kekecewaannya terhadap manajemen Laskar Wong Kito maupun PSSI diungkapkan pada wartawan Bola.Netyang berkunjung ke kantornya saat ini.

“Semuanya lepas tangan. SFC, PSSI, semuanya lepas tangan. Cuma Om Rudy Keltjes saja yang pernah tanya kabar lewat telepon. Cuma Om Rudy, thok. Yang lainnya tidak pernah sama sekali. Sudah dua tahun saya dibiarkan seperti ini,”

Dua tahun setelah operasi, Fachri yang sempat drop secara fisik dan psikis, kini bekerja sebagai sekuriti di sebuah bekas kantor perusahaan rokok asal Kediri di Jalan Panglima Sudirman, Surabaya demi kesembuhan kakinya dan membantu perekonomian ayah dan ibunya. Sementara itu, mimpi yang sempat dirajut terpaksa dipendam dalam-dalam karena cedera yang dialami.

“Saya pasrah Mas, mau gimana lagi? Mimpi untuk menjadi pemain profesional sepertinya sudah pupus. Lebih baik saya bekerja dan mendapatkan upah, mungkin dengan gaji kecil ini saya ingin berjalan normal untuk menyembuhkan kaki saya, dan juga bisa membantu perekonomian keluarga saya,”

Mudah-mudahan tidak ada lagi pemain seperti Fachri Firmansyah yang luput dari penanganan dan tanggung jawab PSSI maupun tim yang dibelanya, sehingga insan-insan muda tidak kehilangan mimpi membela skuad Merah Putih.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here